Diari Charles Roring

alam dan pikiran

Lukisan Cat Air Kapal Karam

Lukisan cat air ini sebenarnya masih dalam tahap pengerjaan ketika saya memotretnya. Saya menggambar dan melukis sebagai hobi. Saya suka memakai media cat air (watercolor painting) karena bersih. Subyek yang dilukis antara lain pemandangan laut, burung-burung, ular dan wanita. Saya sedang berpikir untuk pindah ke cat minyak (oil painting) tetapi kemudian karena keterbatasan ruangan maka saya memutuskan untuk tetap di media cat air selama beberapa waktu.

Lukisan Cat Air Kapal Kayu yang telah karam di Teluk Dorey, Kota Manokwari di Papua Barat

Lukisan Cat Air Kapal Karam

Kapal kayu yang telah karam dan perahu semang yang nampak dalam lukisan cat air di atas adalah subyek yang nyata. Pemandangan ini dulu bisa dilihat di pelabuhan kapal kayu Anggrem di tepi pantai kawasan Teluk Dorey dari Kota Manokwari – Indonesia. Saya sering mengunjungi tempat itu saat sedang mengantar wisatawan berkeliling daerah pantai Anggrem. Mungkin perahu bersemang tersebut telah tidak ada lagi di lokasinya yang nampak di lukisan tersebut tetapi saya yakin pemiliknya masih memakainya saat mendayung perahu itu mengelilingi Teluk Dorey.

Di sekitar kawasan Anggrem, wisatawan bisa melihat sejumlah seniman Papua seperti Bert Suruan, Nico Asaribab dan Yosep Awom serta Ester Kereway. Dari seniman-seniman ini, hanya Bert Suruan yang menggunakan cat air dalam menciptakan karya seninya. Dia menggabungkan media cat air dan spidol. Kebanyakan lukisannya adalah tentang aktivitas harian orang-orang Papua khususnya yang tinggal di kawasan pantai. Laut biru sering digambarkan dalam lukisannya dengan perahu dan rumah-rumah kayu yang dibangun di tas air laut.

Sebagai seorang watercolorist, saya pada mulanya mendapati bahwa media ini cukup sulit untuk dikendalikan. Para watercolourists tingkat dasar mungkin merasa frustasi ketika mencoba menggunakan media ini untuk pertama kali. Saya telah menggambar dan melukis sejak masih kanak-kanak tetapi setiap kali memulai sebuah lukisan yang baru, saya selalu harus hati-hati menggerakkan kuas (brush) di atas kertas yang telah disketsa dengan subyek yang hendak dilukis. Saya biasanya menggunakan kertas putih bebas asam buatan Canson. Saya juga memberikan perhatian yang besar terhadap detail-detail lukisan saya. Meskipun saya tidak membuat banyak lukisan dalam satu tahun, saya cukup bahagia karena orang suka dengan karya-karya saya. Lukisan cat air kapal kayu yang telah karam ini belum selesai. Saya berencana menyelesaikannya dalam bulan Januari 2011. Ketika telah selesai, saya akan memuat lagi fotonya di halaman website ini sehingga Anda bisa membandingkan lukisan yang telah selesai dengan yang belum. Untuk melihat beberapa karya seni, anda bisa melihatnya di kolom sebelah kanan website ini atau mengunjungi halaman website saya yang lain yakni: Art and Culture. Kalau Anda tertarik untuk membeli salah satu dari lukisan-lukisan tersebut, silahkan menghubungi saya via email yakni charlesroring@gmail.com. Saya akan dengan sedang hati menjawab email Anda, serta pertanyaan-pertanyaan mengenai lukisan saya yang asli tersebut. Salam.

Baca juga (dalam bahasa Inggris) : watercolor painting of a wreck boat

Januari 10, 2011 Posted by | Arsitektur Perkapalan, Seni dan Kebudayaan | , , , , , | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.