Pengamatan Burung di Pegunungan Arfak Manokwari Papua
Pengamatan burung atau bird watching adalah sebuah kegiatan yang banyak disukai wisatawan asing. Salah satu tempat untuk pengamatan burung yang sudah terkenal di dunia adalah Pegunungan Arfak. Pegunungan Arfak telah menjadi tempat pendakian favorit bagi para wisatawan pencinta alam dari seluruh dunia yang ingin melihat tumbuh-tumbuhan dan hewan asli Papua. Terletak di Teluk Dorey, pegunungan Arfak dapat dijangkau dengan mudah menggunakan hardtop atau kendaraan four wheel drive sejenis Toyota Hilux dan Land Cruiser. Di lereng Pegunungan Arfak, wisatawan bisa melihat berbagai jenis burung seperti burung Cendrawasih, kakaktua putih dan kakaktua raja, bower bird, maleo serta dara mahkota serta masih banyak lagi. Di samping burung, wisatawan bisa menemukan banyak serangga yang berwarna-warni, serta kupu-kupu yang hidup dan terbang di antara daun-daun hijau hutan hujan tropis Papua. Lihat juga artikel saya yang lain dalam bahasa Inggris berjudul Ecotourism in Kwau village of Arfak Mountains.

Pegunungan Arfak
Burung-burung surga atau yang dalam bahasa Inggris biasa disebut birds of paradise memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem hutan tropis (rainforest). Mereka adalah penyebar biji dari berbagai jenis pohon yang ada di hutan. Buah yang mereka makan kemudian diterbangkan hingga berkilo-kilo meter jauhnya lalu dijatuhkan lewat kotoran atau paruh mereka. Oleh karena itu, burung surga dan semua jenis burung di Pegunungan Arfak patut diberi penghargaan dan perlindungan karena tugas mereka yang mulia itu.
Kuskus dan kangurung pohon juga bisa ditemukan di Pegunungan Arfak. Salah satu daerah tujuan wisata yang sedang saya promosikan pada saat ini adalah Kampung Kwau. Perjalanan ke sana membutuhkan waktu 2 jam. Di sana, selain mengamati magnificent birds of paradise, wisatawan dapat juga mempelajari herbal medicine. Karena lokasinya yang tidak dilalui kendaraan umum, Kampung Kwau nampak terisolir dari dunia luar. Pelayanan kesehatan dari pihak pemerintah bertahun-tahun yang lalu tidak sampai ke kampung itu. Sebagai akibatnya, masyarakat kampung Kwau tersebut terbiasa menggunakan tanaman obat alam sebagai penyembuh bagi berbagai penyakit yang mereka derita mulai dari cacingan hingga penyakit malaria. Kepala kampung Kwau, Samuel Mandacan, adalah seseorang yang mendalami pengobatan tradisional dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan. Lihat herbal remedy for intestinal worm from Kwau village in Arfak Mountains
Untuk melayani tamu-tamu asing dan domestik, Hans Mandacan, seorang pemandu wisata di Kampung Kwau tersebut telah membangun sebuah rumah yang dijadikannya sebagai tempat penginapan. Walaupun sederhana, rumah tersebut layak untuk ditinggali karena konstruksinya permanen. Berbagai kegiatan wisata menarik lainnya adalah hiking di sepanjang sungai yang menjadi tempat hidupnya katak, serta berbagai satwa endemic Pegunungan Arfak.
Suhu udara di kampung Kwau cukup dingin di malam hari. Oleh karena itu, wisatawan disarankan membawa pakaian tebal agar bisa merasa hangat saat tidur nanti. Selain pakaian, bahan makanan yang tidak tersedia di sana seperti beras, roti, dan sejumlah makanan kaleng dan snack ada baiknya dibeli dari kota supaya wisatawan bisa memakannya di sana. Bahan makanan lokal antara lain betatas, singkong dan sayur-sayuran bisa dibeli dari penduduk setempat.
Jika Anda tertarik menjelajah dan mengamati burung di Pegunungan Arfak Manokwari, Anda bisa menghubungi saya, Charles Roring, via email peace4wp@gmail.com, saya bisa menjadi guide selama perjalanan Anda di Pegunungan Arfak – yang tidak jauh dari Kota Manokwari ini.
Baca juga: Bird watching in Aiwatar hill













