Terumbu Karang dan Aktivitas Pembersihan Pantai di Manokwari Oleh Pak Jordan

Ikan Zebra dan Terumbu Karang Coklat di Pulau Mansinam dekat Kota Manokwari - Provinsi Papua Barat - "Republik Indonesia"
Beberapa hari yang lalu saya menemani 5 turis Belanda jalan-jalan keliling Pulau Mansinam dan Lemon. Kami menikmati snorkeling di Pulau Mansinam. Cuaca begitu cerah saat itu. Kami bisa mengambil gambar yang bagus tentang terumbu karang/ coral reef dan ikan-ikan. Ikannya berwarna warni dan tidak takut berada di dekat kami.

Pantai Berpasir Putih di Pulau Mansinam kota Manokwari Papua Barat "Republik Indonesia"
Setelah snorkeling, kami melanjutkan perjalanan ke rumah Peter Rumbruren, seorang seniman yang pernah pergi ke Netherlands sebagai bagian dari kelompok seniman-seniman Papua yang mementaskan beberapa tarian di Pasar Malam. Sayang sekali, Peter Rumbruren tidak berada di rumah. Kami hanya bisa bertemu istri dan anak-anaknya. Dia memetik beberapa buah kelapa dan membukanya untuk kami. Air kelapa muda sangat lezat saat kami meminumnya di siang itu.
Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Lemon. Di sana, kami bertemu seorang Papua yang mengumpulkan botol-botol plastik di sepanjang pantai Pulau Lemon. Namanya adalah Jordan. Dia dulu dibesarkan oleh sebuah keluarga Belanda ketika Papua Barat masih menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Belanda. Wally Schepers, salah satu dari turis-turis Belanda tersebut memberi perhatian khusus pada pekerjaan Pak Jordan. Wally mengambil kesempatan untuk mewawancarai dia sedikit tentang motivasinya mengumpulkan botol-botol plastik, kaleng-kaleng aluminium serta sampah lainnya yang mendarat di pantai Pulau Lemon di depan rumahnya. Pak Jordan berkata bahwa dia mengumpulkan botol-botol itu untuk menjaga agar pantai tetap bersih. Tetapi dia tidak pergi ke kota untuk menjual botol-botol itu. Kadang-kadang orang datang ke Pulau untuk membelinya dan menjualnya lagi ke pedagang penampung di kota dekat pasar Wosi. Pak Jordan begitu bersemangat ketika membahas mengenai cara-cara untuk membersihkan perairan Teluk Dorey Manokwari dan pulau-pulau di dalamnya.

Seekor ikan di perairan terumbu karang di Pulau Mansinam kota Manokwari - Papua Barat
Selama Musim Pertandingan Sepak Bola Dunia, dia memasang sebuah bendera Belanda yang besar sekali di puncak sebuah pohon dekat rumahnya. Bendera Belanda itu masih berkibar hingga sekarang. Banyak orang-orang Papua masih memasang bendera-bendera Belanda di atap rumah atau di atas pohon sampai sekarang meskipun Musim Sepak Bola di Afrika Selatan telah berlalu beberapa bulan lamanya.

Pak Jordan - pegiat lingkungan yang rajin membersihkan pantai Pulau Lemon Manokwari sedang berfoto bersama Pak Wally Schepers - ahli dalam Waste Management dari The Netherlands
Pak Jordan menanam empat buah pohon beberapa puluh tahun yang lalu ketika pulau itu belum terlalu padat didiami orang. Sekarang pohon-pohon tersebut telah menjadi besar. Pak Jordan menjelaskan bahwa penanaman pohon di sepanjang pantai sangat penting sekali untuk melindungi pantai dari erosi. Dia nampak sedih ketika berkata bahwa orang-orang lain di pulau itu belum mengikuti usahanya dalam menjaga kebersihan pantai.
Pulau Lemon dan Pulau Mansinam dikelilingi oleh terumbu karang yang indah. Mereka nampak kuat tetapi sebenarnya mereka sangat rentan terhadap polusi laut. Jika botol-botol dan kantung plastik hanyut ke daerah itu dan menutupi terumbu karang, cahaya matahari tidak dapat menjangkau mereka. Algae yang hidup dipermukaan corals tidak bisa melaksanakan fotosintesis. Ini sangat mempengaruhi produksi makanan bagi ikan dan binatang laut yang hidup di coral reef tersebut. Hal tersebut menghambat pula penyerapan CO2 yang kita lepaskan ke atmosfir setiap hari.

Keluarga Schepers dari Belanda berfoto bersama Pak Jordan (pegiat lingkungan yang rajin membersihkan pantai) di Pulau Lemon Manokwari
Sangat penting bagi pemerintah daerah untuk memiliki program manajemen sampah yang baik yang bisa mendorong masyarakat kota untuk berpartisipasi penuh dalam pengumpulan sampah sehingga polusi laut di Teluk Dorey bisa dikurangi.
Dengan statusnya saat ini sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat di Republik Indonesia, kota Manokwari sedang mengalami pembangunan yang sangat pesat. Ini memicu terjadinya urbanisasi. Orang-orang dari kampung-kampung dan kota kecil di dekat Manokwari datang ke sini. Bahkan kaum pendatang dari Jawa, Maluku dan Sulawesi datang ke kota pantai ini untuk menemukan pekerjaan. Jumlah sampah secara pasti meningkat dengan cepat. Sudah saatnya pemerintah dan penduduk kota untuk bergandengan tangan membersihkan kota, pantai dan perairan demi melindungi terumbu karang di Teluk Dorey sebelum terlambat.
Manokwari adalah salah satu kota terindah di dunia. Setiap bulan wisatawan datang kemari. Jika kita semua serius dalam membangun kota yang indah ini sebagai pemain utama dalam eko-wisata yang menyediakan pekerjaan bagi banyak orang dan membangkitkan pendapatan bagi masyarakat Papua baik yang tinggal di sepanjang pesisir pantai maupun wilayah pegunungan, masalah botol plastik, sampah industri dan rumah tangga yang berserakan di berbagai sudut kota dan yang mengapung di permukaan laut di dalam Teluk Dorey harus segera dibersihkan. Oleh Charles Roring.

Pantai berpasir putih di Pulau Mansinam dekat Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat
Artikel di atas adalah terjemahan dari tulisan saya dalam bahasa Inggris berjudul Coral Reef and the Beach Clean-up Activities.
Baca juga:













