Lembar-lembar Ekspresi

Transformasi Sosial dalam Sensualitas

Kulihat Pelangi dan Kerlip Bintang di Matamu

Kala kita beradu pandang – Kulihat pelangi
Tak mampu kubendung berkas sinar matamu.
Getar cinta menjalar ke hati
Aku rindu, jujur perasaanku
Bingung bagaimana kusampaikan padamu
Kutetap ingin melihat pelangi dan kerlip bintang di matamu
Setelah pelangi berlalu
Kutetap ingin bersamamu
Di bukit sana
Menyongsong indahnya senja mengantar mentari ke peraduannya,
Kala malam tiba
Kita songsong kerlip bintang
di langit sana
Meski Aku bukan siapanya Kamu
Dan Kamu bukan siapanya Aku
Jangan tutup matamu dan mataku
Jujur hatiku
Kala badai datang menghadang
Kala langit mendung, Kala hujan turun
Percayalah,
Badai pasti berlalu, hujan pasti berhenti
Langit akan cerah dan sang surya pasti bersinar lagi
Pelangi, cantiknya senja dan kerlip bintang akan terus ada
Menjadi milik kita

karya: Charles Roring

Oktober 25, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Puisi | | No Comments Yet

Edgar Alland Poe

Edgar Allan Poe dewasa ini dikenal sebagai salah satu penulis cerita-cerita horror, tetapi dia menerima sedikit sekali pengakuan dan hampir tidak ada uang untuk cerita-ceritanya ketika dia masih hidup. Dua puluh lima cerita terbaiknya diterbitkan dalam sebuah koleksi yang disebut Tales of the Grotesque and Arabesque, yang muncul di tahun 1840, namun pada saat itu hanya mendapat sedikit perhatian. Tiga tahun kemudian, cerita yang lain, “The Gold Bug,” diterbitkan, dan terjual sebanyak 300,000 kopi dan pada tahun 1845 dia telah menulis dua belas cerita lagi, yang dia terbitkan pada Tales. Ceritanya yang paling terkenal termasuk di antaranya “The Pit and the Pendulum” dan “The Tell-Tale Heart.” Naum puisi, “The Raven,” yang membawa dia ke pengakuan terbesar sebagai seorang penulis. Karya utama yang merupakan sekumpulan 30 puisi diterbitkan dalam sebuah volume yang berjudul The Raven and Other Poems yang menjadi cukup terkenal. Tema puisi itu adalah kepedihan atas cinta sejati yang hilang. Nada yang dramatis dan hampir theatrikal, intensitas pengulangan, dan ritme hipnotik mencerminkan despondent sang pembaca dan kegalauan pikirannya. Ketika dibacakan dengan nyaring, puisi itu menghasilkan efek yang dahsyat. Translated by Charles Roring from The Work of Edgar Allan Poe.

Baca juga: Learning English by Watching The Culture Express Program of CCTV 9 dan American Writer Laura Ingalls Wilder serta Women in US Marine Corps

Juli 22, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Puisi, Seni dan Kebudayaan | | No Comments Yet

Merah Merekah Senyum Gadis

sketsa-wajah.jpgMerah bajunya,

Merah pipinya,

Merah bibirnya

Cantik wajahnya,

Hitam rambutnya,

Lembut tatap matanya.

Merah Merekah senyumnya.

Oh…

Siapa dia?

Siapa punya?

 

 

 

Baca juga:

Februari 1, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Gambar & Lukisan, Puisi | , | & Komentar

Tersenyumlah

Tersenyumlah kawan

Sebentar lagi tahun kan berganti

Walau pedih hatimu tersenyumlah

Kamu sedih karena anganmu

hanya sebatas angan?

Tersenyumlah…

Impianmu hanyut ditiup angin?

Tersenyumlah…

Kekasihmu hilang ditelan malam?

Tersenyumlah

Tahun kan berganti

Masih ada hari esok

Tersenyumlah

Songsonglah matahari

dengan senyummu…

Segarkan hari dengan senyummu

Senyummu akan membawa kekasihmu kembali

Dalam hatimu lagi….

Desember 22, 2008 Ditulis oleh charlesroring | Gambar & Lukisan, Puisi | , , , , | No Comments Yet

Rintihan Putra-Putri Papua

oleh Edita Fatie

HIV dan AIDS, engkau jendela kematian

Akibat pergaulan bebas yang terlarang

Engkau membuat kami terancam sengsara,

Derita dan maut

Bagaimanakah cara kami membunuh……

Dan menghilangkanmu dari dunia ini?

Apakah Kau merasakan rintihan sakit kami?

Apakah ini juga caramu untuk membunuh kami?

TUHAN………

Sampai kapan jiwa kami menahan sakit…

Dan sampai kapan kami harus terikat dangan Virus ini.

Adakah dunia ini bisa terhindar dari Virus HIV?

TUHAN, bersihkan dunia kami dengan ketenagan dan kedamaian

Tampa ada rasa takut, hina da tercela

Biarkan kami Putra dan Putrimu

Hidup dalam dunia yang penuh dengan cinta Kasih.

Bertobatlah

Puisi ini ditulis oleh seorang siswi Papua yang bersekolah di SMP Katolik Manokwari, Papua Barat guna mengingatkan masyarakat tentang bahaya penyebaran virus HIV/AIDS

November 2, 2008 Ditulis oleh charlesroring | Kesehatan, Puisi | | 1 Komentar

Hati-hati Dalam Pergaulan

oleh Dessy Nauw

Wahai dunia dengarlah pesan

Pakailah oleh mu sifat anak jantan

Bertanggung jawab dalam perbuatan

Yang dilakukan……..

Wahai dunia dengarlah

Virus yang mematikan

Telah datang ke Tanah Papua

Hati-hati dalam melakukan segala hal

Wahai dunia, Virus ini

Tidak memandang Agama,

Kaya atau Miskin

Semuanya bisa terserang penyakit ini

Wahai dunia itulah

Penyakit HIV yang menyerang

Dunia ini, sekarang

Hati-hati dalam pergaulanmu

November 1, 2008 Ditulis oleh charlesroring | Kesehatan, Puisi | | No Comments Yet

Ku Berpasrah

oleh Yosepina Nauw

Tubuhku Kurus Mengering

Sekelompok Virus berkembang dalam darahku

Menjelajahi setiap sarafku

Hingga tinggal sejengkal hayatku

A I D S…….

Menggerogoti seluruh jiwaku

Akibat perbuatan yang nista

Berkelana menjadi kupu-kupu malam

Ku menyesali……

Masa laluku yang suram

Menjurumuskanku dalam dunia hitam

Yang membuat hatiku kelam

TUHAN……

Apa ini kutukan untukku

Kupasrahkan semua padamu

Hingga ajal ’kan datang

MENJEMPUTKU

Puisi di atas ditulis oleh seorang siswi Papua yang bersekolah di SMP Katholik Manokwari, Papua Barat untuk mengingatkan kita sekalian tentang bahaya penularan virus HIV/AIDS

November 1, 2008 Ditulis oleh charlesroring | Kesehatan, Puisi | | No Comments Yet

Pemburu Remaja

AIDS……….

Kau bagaikan neraka dihatiku

Kau merusak tubuhku yang indah ini

Tak mampu aku menahannya

Oh AIDS mengapa menimpaku

Kini sanak dan saudaraku pergi

Dan akupun hidup sebatang kara

Oh TUHAN…….

Hinakah diriku ini dimatamu

S a k i t ……

Sering ku ucapkan kata itu

Aku sungguh tersiksa

Tetapi,,, semuanya telah terjadi

Oh AIDS……

Kau menghancurkan semuanya

Cita-cita serta impianku

Yang diperjuangkan selama ini

Tetapi aku hanya dapat menunggu kematianku

Wish You Luck

By: Rossa Samay

Puisi di atas ditulis oleh seorang siswi Papua yang bersekolah di SMP Katholik Manokwari, Papua Barat untuk mengingatkan kita sekalian tentang bahaya penularan virus HIV/AIDS

November 1, 2008 Ditulis oleh charlesroring | Kesehatan, Puisi | | No Comments Yet

ODHA

by: Elisabet B kocu

Kau kuat dan tegar

Menghadapi segala cobaan

Segala caci, segala maki

Tak kau simpan sebagai dendam

Betapa malang dirimu

Betapa malang nasibmu

Jangan menyerah

Teruslah bersemangat

Kurindu senyummu

Kurindu tawamu

Kuingin engakau

Seperti yang dulu

Jangan jauhi dia

Jangan musuhi dia

Berilah dia motivasi

Yang sangat berarti baginya

Puisi di atas ditulis oleh seorang siswi Papua yang bersekolah di SMP Katholik Manokwari, Papua Barat untuk mengingatkan kita sekalian tentang bahaya penularan virus HIV/AIDS

November 1, 2008 Ditulis oleh charlesroring | Kesehatan, Puisi | | No Comments Yet