Diari Charles Roring

alam dan pikiran

Batu-batu Emas di Pegunungan Arfak

Masih mengenai kisah perjalananku di hutan tropis Kampung Kwau, wilayah Pegunungan Arfak atau yang dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama Arfak Mountains, kali ini aku akan menceritakan mengenai batu-batu emas yang aku lihat di sebuah kali kecil dekat rumahnya Hans Mandacan.
Sehabis memotret dan mendengar penjelasan Samuel Mandacan tentang tanaman-tanaman obat, kami pun tiba di sebuah kali kecil yang airnya jernih sekali. Aku segera menanggalkan kamera dan tas lalu meletakkannya di tempat kering di pinggir kali. Setelah itu, aku membasuh muka untuk menyegarkan diri dari perjalanan Manokwari – Kampung Kwau – Pegunungan Arfak yang sangat melelahkan itu. Air dingin sungguh terasa di wajahku. Aku meminumnya beberapa teguk tanpa merasa takut akan terkena sakit perut walaupun air itu masih mentah.

Pegunungan Arfak dilihat dari Teluk Dorey Manokwari

Foto Pegunungan Arfak ini diambil dari Teluk Dorey Manokwari di pagi hari

Saat meminum air itulah, aku melihat kilau-kilau kuning yang terpantul dari batu-batu yang berserakan di sekitarku. Kilau itu segera menarik perhatianku. Aku mendekat dan mengambil sebuah batu. Batu itu memang berwarna kuning emas. Aku tidak tahu apakah memang yang berkilau itu adalah emas atau tidak.

Batu berkilau emas di kali kecil sekitar Kampung Kwau Pegunungan Arfak Manokwari

Batu berkilau emas di Pegunungan Arfak Manokwari

Aku menanyai Samuel (kepala kampung Kwau) apakah kilau kuning tersebut adalah emas atau tidak. Pak Samuel tidak tahu persis. Yang jelas, di sepanjang kali itu, batu-batu berkilau emas tersebut banyak sekali. Ukurannya pun besar-besar.
Tapi kedatanganku ke kampung Kwau ini (tanggal 24 dan 25 September 2010) adalah untuk membantu masyarakat setempat mempromosikan skema eco-tourism. Oleh karena itu, aku tidak mencari tahu lebih lanjut mengenai hal tersebut. Semoga saja, masyarakat Kwau bisa memanfaatkan sumber daya alam mereka dengan bijaksana dan tidak tergoda untuk merusak alam mereka sendiri.

Kampung Kwau di lereng Pegunungan Arfak Manokwari

Kampung Kwau di Pegunugan Arfak Manokwari - Papua Barat

Setelah kembali lagi ke kota Manokwari pada tanggal 25 September sore, aku mulai melancarkan kampanye promosi eco-tourism untuk Kampung Kwau ini di internet. Beberapa artikel telah kutulis. Beberapa di antaranya adalah:

Fokus perhatianku adalah mencoba mempromosikan Kampung Kwau tersebut kepada siapa saja yang tertarik mempelajari herbal medicine atau alternative medicine. Tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat di hutan tropis Pegunungan Arfak ini banyak sekali. Bahkan nama Yatinus Mandacan dan Samuel Mandacan sebagai natural healer sudah begitu terkenal di wilayah Pegunungan Arfak dan dataran Prafi sebagai tabib yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, termasuk yang parah sekalipun. Menurut penuturan Hans Mandacan – pemandu wisata di Kampung Kwau, rumah sakit umum di kota Manokwari telah meminta agar Yatinus Mandacan bekerja di sana untuk membantu para dokter menyembuhkan pasien menggunakan teknik-teknik herbal medicine.
Tadi malam (1 Oktober 2010) Hans Mandacan mengunjungiku lagi di Manokwari. Dalam pembicaraan kami, aku meminta ia menambahkan sejumlah penjelasan tentang tanaman-tanaman obat yang telah aku potret di hutan Kampung Kwau. Ia menambahkan banyak sekali informasi yang berharga. Karena aku bukan seorang botanist maka aku kesulitan untuk mengidentifikasi nama Latin atau nama bahasa Inggris untuk tanaman-tanaman obat tersebut. Jadi aku hanya menggunakan nama lokalnya saja.
Ketika foto batu-batu emas itu muncul di layar komputer, Hans Mandacan mengatakan bahwa dulu ada seseorang yang pernah bekerja di tambang emas mengunjungi kampung mereka. Ketika ia melihat batu-batu di sungai itu, ia mengatakan bahwa ada banyak kandungan emas di sana. OMG, how rich they are!

anak kecil Papua duduk di atas batu

Anak kecil Papua sedang duduk di atas batu berbulir emas di sebuah kali kecil sekitar Kampung Kwau - Pegunungan Arfak Manokwari - Papua Barat

Nah, bila Anda tertarik mengunjungi kampung Kwau sebagai wisatawan pencinta alam, Anda bisa menghubungi saya via email: peace4wp@gmail.com. Saya dengan senang hati akan membantu mengatur perjalanan Anda ke sana.

Baca juga: Golden rocks from Arfak Mountains

Oktober 2, 2010 Posted by | Manokwari Papua, Pengobatan Tradisional | , , , , , , , | 2 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.