Lembar-lembar Ekspresi

Transformasi Sosial dalam Sensualitas

Amerika Serikat Akan Mengakhiri Larangan Perjalanan HIV Pada Bulan Januari

Travelers show their documents to immigration officers at Los Angeles International Airport

Para pelancong menunjukkan dokumen ke petugas immigrasi di Lapangan Udara Los Angeles

Obama berkata para pelancong dengan virus AIDS bukan merupakan suatu ancaman. Juga para peneliti memastikan bahwa studi vaksin HIV mereka di Thailand membuahkan hasil-hasil yang terbatas.

Pada sembilan belas delapan puluh tujuh, HIV/AIDS masuk ke dalam daftar penyakit yang dapat menyebabkan seseorang tidak bisa memasuki Amerika Serikat. Di kemudian hari pemerintah mencoba membatalkan keputusannya. Namun Kongres membuat larangan perjalanan itu sebagai bagian dari undang-undang immigrasi. Orang-orang dengan H.I.V, virus yang menyebabkan AIDS, dapat mencari suatu pengecualian, tetapi itu berarti perlu lebih banyak usaha.

Tahun lalu, Kongres dan Presiden George W. Bush mulai proses pengakhiran larangan perjalanan tersebut. Sekarang Presiden Obama menyelesaikan proses itu.

BARACK OBAMA: “Kita berbicara tentang mengurangi stigma penyakit ini, tetapi kita telah memperlakukan seorang pelancong yang mengidap virus itu sebagai sebuah ancaman. Kita memimpin dunia ketika membantu menghentikan penyebaran wabah AIDS yang mendunia, tetapi kita adalah salah satu dari beberapa negara yang masih melarang orang yang mengidap HIV agar tidak masuk ke negara kita sendiri.”

Sebuah peraturan terbaru yang diterbitkan hari Senin akan mengakhiri larangan perjalanan yang mulai berlaku pada empat Januari. HIV tidak lagi menjadi sebuah syarat yang dapat melarang orang masuk ke Amerika Serikat. Dan pengujian HIV tidak akan diminta lagi bagi orang-orang yang membutuhkan sebuah pemeriksaan medis bagi proses immigrasi.

AIDS telah membunuh lebih dari dua puluh lima juta orang sejak awal sembilan belas delapan puluhan.

Pada bulan September, ada berita bahwa sebuah vaksin menunjukkan sedikit kemampuan untuk mencegah infeksi H.I.V. pada manusia untuk pertama kalinya. Hasil selengkapnya dari studi vaksin itu dipresentasikan di akhir Oktober pada sebuah konferensi internasional di Paris. Hasil-hasil penelitian itu dimuat pula di New England Journal of Medicine. Para peneliti memastikan bahwa studi di Thailand membuahkan hasil-hasil yang “modest.”

The United States Army membiayai pengujian vaksin itu. Studi tersebut mengombinasikan dua vaksin, menggunakan versi H.I.V. umum di Thailand. Tak satu pun dari masing-masing vaksin menunjukkan kesuksesan pada penelitian-penelitian sebelumnya.

Para peneliti Thai menguji kombinasi itu di lebih dari enam belas ribu sukarelawan. Setengah dari sukarelawan mendapat vaksin itu. Yang lainnya mendapat sebuah placebo, suatu zat yang tidak aktif. Semuanya diberikan kondom dan konseling mengenai pencegahan AIDS selama tiga tahun. Studi itu mendapati tiga puluh satu persen kasus infeksi yang lebih sedikit dalam kelompok vaksin daripada dalam kelompok placebo.

Namun para pengritik berkata temuan-temuan itu mungkin terjadi karena kebetulan. Pengumuman pada bulan September didasarkan pada enambelas ribu sukarelawan. Hampir sepertiga dari mereka, tidak mengikuti semua langkah-langkah yang diminta dalam studi itu. Hasil-hasil dari mereka yang menaati adalah sama dengan kelompok yang lebih besar, tetapi pengaruh kebetulan adalah lebih dari sebuah possibility.

Namun, para peneliti berkata bahwa studi itu menghasilkan informasi berharga yang menawarkan harapan baru bagi penelitian AIDS. Dan inilah VOA Special English Health Report. Transkrip siaran radio 3 November 2009. Saya Bob Doughty, diterjemahkan oleh Charles Roring.

Baca juga:

Technorati : , , , ,
Del.icio.us : , , , ,
Zooomr : , , , ,
Flickr : , , , ,

November 11, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Kesehatan | , , , , | No Comments Yet

Suatu Pengujian Terhadap Gegar Otak Menciptakan Risiko-risikonya Sendiri pada Anak-anak

A doctor looks at a CT brain scan at Children's National Medical Center in Washington

Seorang dokter melihat pada sebuah CT brain scan di Pusat Kesehatan Nasional Anak-anak di Washington

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pemakaian CT scans secara berlebihan menyebabkan pasien menerima banyak radiasi yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan setelah ia mengalami cedera otak.

Gegar terjadi ketika otak terguncang, sering dalam sebuah kecelakaan mobil atau terjatuh, atau terbentur dalam olahraga. Gegar bisa saja ringan, tetapi para dokter mungkin memerintahkan sebuah CT scan untuk mencari cedera yang lebih serius. Computed tomography menyediakan citra otak yang lebih terperinci. Namun sebuah penelitian baru-baru ini memperingatkan bahwa anak-anak terkena lebih banyak radiasi daripada yang diperlukan lewat cara ini.

Sebuah tim nasional yang dipimpin dua orang dokter di Universitas California Davis, mempelajari catatan-catatan rumah sakit dari ribuan anak-anak dengan cedera kepala. Mereka menemukan bahwa dalam banyak kasus, risiko berkembangnya kanker akibat radiasi melebihi risiko sebuah gegar otak yang serius.

Penelitian itu menemukan bahwa satu dari lima anak-anak di atas usia dua tahun memiliki risiko gegar serius yang rendah tetapi tetap saja menerima CT scans. Hal yang sama terjadi pula pada hampir satu dari empat anak di bawah usia dua tahun.

Para peneliti telah mengembangkan aturan-aturan untuk memprediksi apakah suatu kerusakan otak cukup serius untuk dilakukan scan. Bagi anak-anak di bawah usia dua tahun, dokter-dokter dinasihati agar tidak melakukan scan jika ada:

· Aktivitas mental normal,

· Tidak ada pembengkakkan di belakang kepala

· Tidak merasakan keretakan tulang di tengkorak

· Dan tidak terjadinya kehilangan kesadaran selama lebih dari lima detik.

Dokter-dokter juga seharusnya melihat bagaimana anak itu cedera dan apakah orang tua mengatakan anak itu bertindak normal.

Untuk anak-anak dari usia dua hingga delapan belas, aturan-aturan penuntunnya sama – di mana tidak terjadi kehilangan kesadaran, tidak ada muntah-muntah, dan tidak ada sakit kepala berat.

Laporan itu muncul di the Lancet medical journal.

Awal tahun ini, the British Journal of Sports Medicine mempublikasikan aturan-aturan baru bagi cedera otak di kalangan anak-anak dan remaja. Pakar-pakar internasional berkata mereka sebaiknya tidak kembali berolahraga atau sekolah sampai pulih sepenuhnya. Para ahli berkata kemajuan individual, dan bukannya periode waktu yang telah ditetapkan, yang seharusnya selalu menuntun suatu keputusan apakah anak-anak atau remaja itu boleh kembali bermain.

Lebih dari satu juta kasus gegar dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat saja.

Sebuah komite di Kongres Amerika Serikat telah menyerukan dengar pendapat pada hari Rabu untuk mendiskusikan isu-isu hukum yang berkaitan dengan cedera otak pada sepak bola. Baru-baru ini ada keprihatinan terhadap para pemain yang pensiun dari Liga Sepak Bola Nasional. Tetapi para pemain professional tidak hanya merupakan orang-orang yang mengalami cedera. Ada pemain-pemain sekolah menengah yang meninggal karena cedera otak.

Dan inilah the VOA Special English Health Report, ditulis oleh Caty Weaver, diterjemahkan oleh Charles Roring. Transcript of radio broadcast: 27 October 2009

Baca juga:

November 8, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Kesehatan | , , | No Comments Yet

Sebuah Pil Kombinasi Menurunkan Tekanan Darah dan Kolesterol Buruk

Suatu studi menunjukkan sebuah pil yang mengandung lima macam obat bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga separuhnya.

Studi itu telah menunjukkan bahwa semakin sedikit obat-obatan yang harus diminum oleh seseorang maka semakin besar pula kemungkinan baginya untuk menggunakannya. Minggu lalu, sebuah penelitian dibeberkan mengenai suatu perawatan baru yang mengkombinasikan lima obat untuk penyakit jantung dalam satu pil. Salim Yusuf dari McMaster University di Hamilton, Ontario, Canada adalah peneliti utamanya. Dia mempresentasikan temuan-temuan itu di the American College of Cardiology Conference di Orlando, Florida.

Obat eksperimental ini dikenal juga dengan sebutan Polycap. Obat itu mengandung aspirin, suatu obat untuk menurunkan kolesterol dan tiga obat untuk menurunkan tekanan darah. Studi itu dilaksanakan juga di lima puluh pusat kesehatan di seluruh India. Lebih dari dua ribu orang antara usia empat puluh-lima dan delapan puluh mengambil bagian dalam studi itu. Semuanya memiliki sedikit-dikitnya satu factor risiko untuk penyakit jantung. Ini termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes atau kelebihan berat badan yang parah.

Orang-orang dibagi ke dalam Sembilan kelompok yang masing-masingnya berjumlah dua ratus. Satu kelompok menggunakan Polycap. Sedangkan kelompok lain menggunakan suatu obat tunggal atau beberapa kombinasi obat dalam pil Polycap. Studi itu menunjukkan bahwa Polycap menurunkan tekanan darah dan kolesterol tanpa banyak efek samping. Doktor Yusuf berkata pill tunggal itu, yang digunakan satu kali sehari, dapat mengurangi risiko rata-rata penyakit jantung dan stroke hingga kira-kira separuhnya. Pembuat Polycap, Cadila Pharmaceuticals dari India membiayai studi itu.

Penyakit Cardiovascular pembuluh darah dan jantung adalah penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Penyakit ini membunuh lebih dari tujuh belas juta orang setiap tahun.

Delapan puluh persennya terdapat di negara dengan pendapatan rendah dan menengah. Doktor Yusuf berkata perawatan pil tunggal dapat mempercepat pencegahan penyakit jantung. Orang akan lebih suka menggunakan satu pil dari pada banyak pil. Dan satu pil biayanya lebih murah daripada beberapa pil.

Dokter-dokter jantung lainnya berkata pencegahan penyakit jantung penting tetapi tidak perlu dengan pil. Mereka berkata pasien bisa mendapatkan hasil yang sama lewat perubahan pola makan dan olah raga.

Dokter-dokter mengemukakan bahwa lebih banyak penelitian terhadap Polycap diperlukan. Menurut mereka obat itu seharusnya diujicobakan pada ribuan orang , termasuk mereka yang memiliki risiko, usia dan kelompok etnik yang berbeda-beda.

Dan inilah VOA Special English health report, ditulis oleh Caty Weaver, dan diterjemahkan oleh Charles Roring. Transcript, MP3 dan podcasts dari program-program kami terdapat di voaspecialenglish.com

Baca juga:

November 8, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Kesehatan | , | No Comments Yet

Afrika Selatan Menguji Vaksin AIDS

Dr. Danielle Crida shows how an experimental AIDS vaccine would be tested at a health center near Cape Town, South Africa

Dr. Danielle Crida menunjukkan bagaimana sebuah vaksin AIDS eksperimental akan diujicobakan di sebuah pusat kesehatan di dekat Cape Town

Para ahli akan menggunakan 36 sukarelawan bagi calon-calon vaksin buatan Afrika yang pertama untuk mencapai pengujian pada manusia.
Tiga puluh enam sukarelawan di Afrika Selatan akan menguji keamanan sebuah vaksin yang dikembangkan orang Afrika dalam melawan HIV. Pengujian-pengujian tersebut adalah langkah pertama dalam pengujian klinis manusia dari dua calon vaksin yang dikembangkan di Universitas Cape Town.
Vaksin-vaksin AIDS experimental ini adalah yang pertama dari Afrika untuk mencapai pengujian pada manusia. Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat menyediakan bantuan. Pengujian dengan dua belas orang dimulai awal tahun ini di Boston, Massachusetts.
Afrika Selatan memiliki lebih dari lima juta orang yang terinfeksi HIV, jumlah terbesar dibanding negara manapun.
Afrika Selatan meluncurkan pengujian-pengujian tahun lalu di saat the International AIDS Society menyelenggarakan sebuah konferens di Cape Town. Pengujian-pengujian terhadap manusia dengan calon-calon vaksin dilaksanakan pula di seluruh dunia. Ilmuan berharap memperoleh sejumlah hasil akhir tahun ini.
Namun selama konferens minggu lalu, para ahli melaporkan penurunan pertama dalam pembiayaan internasional bagi riset vaksin AIDS. Mereka berkata pembiayaan berkurang dari sekitar sembilan ratus tiga puluh juta dolar di tahun 2007 menjadi delapan ratus tujuh puluh juta tahun lalu.
Juga di konferens itu, para ilmuan mempresentasikan temuan-temuan terkini mengenai ibu-ibu baru yang terinfeksi HIV. Dua studi menunjukkan cara-cara di mana obat-obat anti-HIV memungkinkan ibu-ibu yang terinfeksi bisa menyusui bayi-bayi mereka dengan risiko semakin rendah menularkan virus kepada mereka. Penelitian tersebut diselenggarakan di Cameroon, Ivory Coast, Afrika Selatan dan Zambia.
Dalam sebuah studi, ibu-ibu yang terinfeksi mulai menerima tiga obat anti-HIV saat sedang menyusui selama enam bulan. Dalam studi yang kedua bayi-bayi diberikan obat, dan bukannya ibu mereka. Bayi-bayi itu menerima satu obat setiap hari selama enam bulan penyusuan.
Para peneliti berkata kedua metode sangat mengurangi risiko infeksi HIV.
Laura Guay wakil presiden penelitian di Elizabeth Glaser Pediatric AIDS Foundation, yang mendukung penelitian itu. Doktor Guay berkata masalah di sub-Saharan Africa terbatas pada ketersediaan obat-obatan anti-retroviral.
LAURA GUAY: “Kami hanya tahu sekitar tiga puluh tiga persen wanita memiliki akses terhadap sebuah program yang sebenarnya memiliki layahan di tempat untuk mencegah transmisi ibu-ke-anak. Jadi tantangan pertama adalah bagaimana kami menjangkau semua ibu-ibu yang tidak memiliki akses ke suatu program pencegahan?”
Pada penelitian lain yang baru, sebuah studi telah menemukan bahwa sunat tidak mengurangi risiko bahwa pria positif HIV akan menginfeksi para wanita. Temuan-temuan, dari Uganda, ada di dalam jurnal medis, The Lancet.
Dan inilah VOA Special English Health Report, ditulis oleh Caty Weaver. Transcript of radio broadcast: 28 July 2009. Diterjemahkan oleh Charles Roring

Baca juga:

November 7, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Kesehatan | , , , | 1 Komentar

Para Peneliti Melihat Lebih Dekat Kepada Minuman Energi

Pakar-pakar ketergantungan obat menyerukan pelabelan yang lebih baik mengenai jumlah caffeine dan zat-zat lain secara lebih jelas dicantumkan pada produk yang mereka jual.

Anda bisa mengisi sebuah toko dengan semua minuman energi yang tersedia saat ini. Mereka berjanji membuat orang lebih energetic dan berpikir lebih jelas. Produk-produk ini memiliki nama-nama seperti Red Bull, Monster, Ripped Force, Speed Stack dan 5-Hour Energy. Minuman-minuman tersebut menarik sebagian besar orang muda dan kebanyakan mengandung caffeine.

Chad Reissig pada Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland, adalah seorang peneliti medis yang mempelajari ketergantungan obat. Dia berkata tim tempatnya bekerja tertarik mempelajari minuman-minuman energi karena meroketnya kepopuleran mereka dalam beberapa tahun terakhir ini.

Para peneliti menemukan tiga hal utama. Pertama: ada ratusan merek minuman berenergi di hampir semua negara-negara utama. Kedua: minuman-minuman itu tidak secara jelas dilabelkan dengan informasi yang mencukupi. Dan Ketiga: jumlah caffeine sangat bervariasi. Beberapa mengandung sedikitnya lima puluh milligram, sedangkan lainnya bisa mengandung sebanyak lima ratus.

Kalau dibandingkan, secangkir kopi Starbucks brewed mengandung tiga ratus tiga puluh milligram dalam empat ratus tujuh puluh-tiga milliliter.

Beberapa minuman berenergi mengandung campuran bahan-bahan yang didaftarkan sebagai “energy blend.” Bahan seperti taurine, guarana, dan inositol adalah bahan-bahan alami. Tetapi Chad Reissig mengatakan para ahli tidak tahu banyak tentang mereka dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dan dengan caffeine. Bahkan yang lebih buruk lagi, dia berkata, tidak ada daftar jumlah kandungan masing-masing zat tersebut.

Beberapa orang mencampur minuman berenergi dengan alcohol. Mereka pikir mereka bisa minum lebih banyak alkohol dengan cara begitu dan tidak terpengaruh. Namun, penelitian-penelitian mengungkapkan bahwa mereka masih di bawah pengaruh alkohol meskipun mereka tidak merasa seperti itu.

Ada beberapa pembuat minuman berenergi yang mencantumkan peringatan. Contohnya, sebuah energy shot memuat peringatan kepada orang-orang hamil, yang sedang menyusui bayi atau di bawah usia dua belas. Energy shots adalah botol-botol cairan yang berukuran kecil. Petunjuk-petunjuknya juga menasehati orang-orang untuk membatasi produk-produk caffeine dan meminum hanya setengah botol jika mereka membutuhkan energi dalam jumlah sedang.

Tim pada Johns Hopkins University School of Medicine menerbitkan sebuah laporan dalam jurnal Obat-obatan dan Ketergantungan Alkohol. Mereka menyarankan pelabelan yang lebih baik mengenai jumlah caffeine dan zat-zat lain secara jelas didaftarkan pada minuman. Para peneliti masih terus mempelajari minuman-minuman berenergi. Mereka saat ini sedang mencari anak-anak muda yang memiliki pengalaman buruk setelah meminumnya.

Dan inilah VOA Special English Health Report, ditulis oleh Caty Weaver. Diterjemahkan oleh Charles Roring. Transcripts dan podcasts laporan kami terdapat di voaspecialenglish.com

Baca juga:

Technorati : , , ,

November 6, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Kesehatan | , , , | No Comments Yet

MANFAAT SARANG SEMUT

oleh Charles Roring

Sarang Semut adalah salah satu tumbuhan obat yang tumbuh di tanah Papua. Tumbuhan ini nama latinnya adalah Myrmecodia sp. Belakangan ini, sarang semut banyak dicari orang karena berdasarkan penelitian sejumlah pakar, tumbuhan ini berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pada halaman 77, Majalah Nirmala, edisi Juli 2006, disebutkan bahwa secara tradisi Sarang Semut telah dipakai oleh masyarakat asli Wamena untuk mengobati keluhan rematik dan asam urat. Sedangkan menurut penelitian para ahli Bioteknologi LIPI, zat utama yang dimiliki Sarang Semut adalah flavonoid, tannin dan polifenol. Zat-zat ini adalah antioksidan kuat beberapa kali lebih kuat dari vitamin C dan E sehingga memberikan efek menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan penyakit kardiovaskuler.

Bahkan tanaman ini terbukti juga mengobati diare dan menghentikan pendarahan. Selain itu Sarang Semut bisa menghambat enzim xanthine oxidase yang berkhasiat menurunkan asam urat dan memperbaiki fungsi ginjal. Masih ada zat aktif lain yang belum terungkap. Seorang herbalis, Hendro Saputro, telah meneliti Sarang

Semut sejak tahun 2001 (natura, Juni 2006). Hendro telah mencobakan manfaat obat Sarang Semut pada dirinya sendiri untuk menyembuhkan sakit tulang punggung yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. Uji empiris meyakinkan Hendro bahwa Sarang Semut bermanfaat menyembuhkan sakit tulang belakang, wasir, TBC paru-paru, kanker otak, kanker rahim, prostat, mempercepat pemulihan ibu melahirkan, memperbanyak asi, dll.

Masyarakat Papua secara tradisional menggunakannya dengan merebus daging umbi yang sudah dikeringkan sampai mendidih. Kemudian airnya disaring lalu diminum. Menurut Ibu Septina Maniani, salah seorang penjual Sarang Semut, ia telah beberapa kali mengobati banyak orang. “Ada yang sakit usus, saya rebus lalu kasih minum, dan hasilnya baik. Ada juga yang sakit jantung, saya beri rebusan Sarang Semut, hasilnya juga memuaskan. Ada yang terkena kanker atau tumor, setelah saya beri ramuan Sarang Semut, si penderita tidak jadi berobat ke Jakarta. Padahal menurut dokter, pasien harus dioperasi.” Ibu Septina, yang profesinya juga adalah guru, mencari sarang semut sendiri di hutan. “Kebanyakan masyarakat hanya meminum air rebusannya saja. Padahal bila ingin mendapat hasil yang lebih memuaskan maka rebusan tersebut perlu ditambah lagi dengan lima jenis ramuan tradisional lainnya.”

Lima jenis ramuan tambahan itu, adalah ramuan tradisional yang bahan-bahannya khas Papua. Untuk 1 kg sarang semut kering harganya adalah: Rp. 500.000 Campuran tambahan lima jenis ramuan tradisional diberikan dengan komposisi yang berbeda-beda disesuaikan dengan penyakit, usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan pasien. Bila Anda sedang membutuhkan Sarang Semut, silahkan menghubungi:

Ibu Septina Maniani

No. HP.: 0852 444 2459 758; Jl. Brawijaya, Belakang SMP Katolik, Manokwari, Provinsi Papua Barat

Baca juga:

November 3, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Kesehatan | , | No Comments Yet

Anjing Bisa mendeteksi Kadar Gula Manusia

oleh Charles Roring

empat-ekor-anjing.jpg

Baru-baru ini, blog battlediabetes memuat sebuah artikel yang menyebutkan bahwa anjing bisa mendeteksi kadar gula manusia. Hal ini bukan merupakan sesuatu yang aneh. Upaya mempertahankan kadar gula pada tingkat normal merupakan hal yang penting sekali pada penderita diabetes.

Baca selebihnya »

Januari 23, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Kesehatan | , , , | No Comments Yet

Bersepeda Dapat Meningkatkan Produktivitas

oleh Charles Roring di West Papua. Indonesia

Bersepeda adalah suatu aktivitas yang menyenangkan. Jika olah raga ini dilaksanakan secara teratur, ia dapat memperbaiki kesehatan kita. Tubuh kita akan lebih sehat bila mengendarai sepeda. Perbaikan kesehatan yang kita peroleh dapat dilihat dari menurunnya berat badan, stabilnya tekanan dan lancarnya sirkulasi. Kebanyakan dari kita tahu benar bahwa kegemukan telah menjadi masalah utama yang erat kaitannya dengan gaya hidup masyarakat modern. Kegemukan atau obesitas ditemukan pada 25 persen orang dewasa (adults) dan 10 persen anak-anak (children).

Sayangnya, banyak orang masih berpikir bahwa bersepeda hanyalah cocok untuk anak-anak yang pergi ke sekolah atau bermain di sekitar perumahan. Berolah raga dengan sepeda dapat membuat bentuk tubuh lebih baik. Tapi kebanyakan orang besar di negara kita ini enggan untuk meluangkan waktu guna berolah raga karena mereka terlalu sibuk mengerjakan atau menyelesaikan tugas-tugas kantor.

Baca selebihnya »

Januari 15, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Kesehatan, Lingkungan Hidup | | 1 Komentar

Bersepeda menciptakan suatu masyarakat yang rendah karbon

oleh Charles Roring, di Papua Indonesia
Pemanasan global merupakan suatu isu yang penting dalam masyarakat modern. Upaya-upaya untuk mengurangi emisi CO2 masih belum efektif sepenuhnya karena banyak negara maju dan berkembang enggan untuk menaati Protokol Kyoto. Kita memerlukan perubahan drastis dalam masyarakat agar tercipta lingkungan yang rendah karbon dioksida (low carbon environment).

Baca selebihnya »

Januari 1, 2009 Ditulis oleh charlesroring | Artikel, Kesehatan | , , , | 1 Komentar

Rintihan Putra-Putri Papua

oleh Edita Fatie

HIV dan AIDS, engkau jendela kematian

Akibat pergaulan bebas yang terlarang

Engkau membuat kami terancam sengsara,

Derita dan maut

Bagaimanakah cara kami membunuh……

Dan menghilangkanmu dari dunia ini?

Apakah Kau merasakan rintihan sakit kami?

Apakah ini juga caramu untuk membunuh kami?

TUHAN………

Sampai kapan jiwa kami menahan sakit…

Dan sampai kapan kami harus terikat dangan Virus ini.

Adakah dunia ini bisa terhindar dari Virus HIV?

TUHAN, bersihkan dunia kami dengan ketenagan dan kedamaian

Tampa ada rasa takut, hina da tercela

Biarkan kami Putra dan Putrimu

Hidup dalam dunia yang penuh dengan cinta Kasih.

Bertobatlah

Puisi ini ditulis oleh seorang siswi Papua yang bersekolah di SMP Katolik Manokwari, Papua Barat guna mengingatkan masyarakat tentang bahaya penyebaran virus HIV/AIDS

November 2, 2008 Ditulis oleh charlesroring | Kesehatan, Puisi | | 1 Komentar