Keberuntungan
oleh Mark Twain
Diterjemahkan oleh Charles Roring
Aku berada di sebuah pesta jamuan makan di London yang diselenggarakan untuk menghormati salah satu petinggi militer yang paling dihormati pada masa itu. Aku tidak mau memberitahu kalian nama dan gelarnya yang sebenarnya. Aku hanya akan memanggilnya Letnan Jenderal Lord Arthur Scoresby,Y.C., K.C.B., etc. etc. Baca selebihnya »
Hukum Kehidupan
oleh Jack London
diterjemahkan oleh Charles Roring
Si tua Indian itu duduk di atas salju. Dialah Koskoosh, mantan kepala suku. Sekarang, ia hanya bisa duduk dan mendengar orang lain. Matanya rabun dan dia tidak bisa melihat. Tapi telinganya membuka lebar mendengar setiap suara. Baca selebihnya »
Keesh
oleh Jack London
diterjemahkan oleh Charles Roring
Keesh tinggal di pinggir laut kutub utara. Dia telah melihat tiga belas matahari sesuai dengan penanggalan Eskimo. Menurut orang-orang Eskimo, matahari setiap musim dingin meninggalkan daratan itu dalam kegelapan. Dan tahun berikutnya, matahari yang baru kembali, sehingga cuaca akan hangat lagi. Baca selebihnya »
Vivien Melihat Pelangi dan Kerlip Bintang
oleh Charles Roring
Jam 17.05 aku tiba di rumah kawanku. Vivien namanya. Lama sudah kita tak bertemu kurang lebih 10 tahun telah berlalu. Saklar bell di atas daun pintu sebelah kanan kupencet – ding… dong….
Tak sampai setengah menit pintu dibuka, “Hello, Charl. Mari masuk.”
“Selamat sore…, kelihatannya lagi ada acara ya, ada suara ribut-ribut dan musik di ruang sebelah.”
“Ah, hanya kumpul-kumpul biasa dengan keluarga.”
“Lalu aku harus bagaimana? Tanyaku.
“Kamu langsung aja ke lantai dua, ya. Sebentar lagi sanak-saudaraku itu pulang. Aku akan segera menyusul. Bawa sketchbook, kan?”
“Sesuai permintaan kamu.” Jawabku ringan sambil berjalan ke belakang rumahnya. Aku lalu berbelok ke kanan, menaiki tangga kayu.
Vivien sahabatku sejak kecil itu sekarang tinggal di kota Bandung. Dia libur ke kota Manokwari Papua ini seminggu saja. Setelah itu ia akan kembali ke sana.
Lantai atas ditutupi karpet abu-abu. Ada sofa, lemari buku dan TV set. Ada juga beberapa lukisan besar di ruang itu. Belum banyak perubahan di tempat ini sejak kurang lebih sepuluh tahun lalu aku kemari.
Lima belas atau dua puluh menit kemudian aku sedang duduk bersila, berhadap-hadapan dengan Vivien. Aku akan membuat sketsa dirinya. Baca selebihnya »
BOM IKAN
oleh Charles Roring
Perairan di sekitar Pulau Numfoor sebelah utara Papua dikelilingi oleh terumbu karang yang indah. Karang itu menyerupai cincin berwarna-warni yang melingkari pulau. Bila cuaca cerah dan air laut jernih, bermacam-macam ikan terlihat berenang ria di dalam air.
Nelayan-nelayan di Pulau Numfoor Papua tidak perlu bersusah-payah berlayar hingga bermil-mil ke tengah laut. Alam telah menyediakan ikan-ikan bebatuan yang lezat rasanya dan tinggi harganya tak jauh dari pantai mereka.
Kadang-kadang wisatawan mancanegara dari Amerika, Australia dan Jepang menyelam di sekitar Pulau Numfoor. Mereka datang dalam rombongan lima hingga sepuluh orang dan menyewa perahu-perahu penduduk setempat untuk melihat warna-warni ikan dan terumbu karang di dasar laut.
DIBURU BURUAN
oleh Charles Roring
Di seluruh Kampung Warmare, keluarga Cornelis telah lama dikenal sebagai keturunan pemburu yang ulung. Cornelis sendiri mulai mempelajari teknik berburu dari ayahnya sejak ia masih kecil. Mula-mula ia diajari bagaimana menangkap ayam yang dipelihara di kolong rumah. Menginjak usia sepuluh tahun, ia sudah diajari bagaimana memanah burung Kumkum yang bertengger di dahan pohon durian di belakang rumahnya. Kini sebagai kepala keluarga beranak dua, setiap minggu ia berburu di hutan Prafi untuk memberi nafkah bagi keluarganya.
SOFTWARE BAJAKAN
oleh Charles Roring
Suatu sore, seorang misionaris Amerika datang mengunjungi toko bukuku. Orangnya masih muda kira-kira usianya 25 tahun. Ia ditemani seorang anak kira-kira 15 tahun, yang berperan sebagai penerjemah atau mungkin sebagai penunjuk jalan. Mereka baru datang dari kota Serui.
Setelah berkeliling melihat buku-buku yang dipajang di rak-rak, ia akhirnya tiba di rak buku komputer. Di samping menjual buku-buku komputer, aku juga menaruh software bajakan, kira-kira 30 keping banyaknya, termasuk beberapa produk Microsoft.
TES PEGAWAI
oleh Charles Roring
Maria bekerja di sebuah agen perjalanan yang melayani penjualan tiket maskapai penerbangan Batavia, Merpati dan Express Air. Sudah enam tahun ia mengabdi di perusahaan kecil itu. Matoa Travel Agency, nama perusahaan itu. Maria tidak tahu persis mengapa bosnya menamai agen perjalanan ini, Matoa. Yang jelas, Matoa adalah nama buah asli Papua yang ukurannya sedikit lebih besar dari buah lengkeng. Warna kulitnya hitam, isi dagingnya putih dan manis.
PELACUR DAN SOPIR TRUK
oleh Charles Roring
Malam minggu adalah malam yang panjang. Kompleks 666, pusat industri hiburan di kota Sorong sejak sore tadi sudah ramai dikunjungi orang. Kompleks ini terletak jauh di luar kota. Perlu waktu satu jam berkendaraan untuk berkunjung ke sana. Walau terpencil, Kompleks 666 selalu ramai dikunjungi para “wisatawan.”
Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIT. Semarak lagu dangdut terdengar nyaring di pengeras suara. Para pria larut dalam goyangan dangdut ditemani kaleng-kaleng bir dan wanita-wanita penghibur. Mereka adalah perantau-perantau yang datang ke tanah Papua untuk mengadu nasib. Ada yang bekerja di perusahaan kayu, perusahaan ikan, serta ada pula yang hanya berprofesi sebagai sopir angkutan umum atau tukang ojek. Kebanyakan dari mereka datang untuk melupakan keletihan dan kepenatan kerja.
PENDARAHAN DI MULUT
PENDARAHAN DI MULUT
oleh Charles Roring
Ruang tunggu bandara Mokmer nampak ramai. Yuli duduk sendiri di dekat jendela kaca yang menghadap ke lapangan terbang. Di apron, sebuah pesawat jet jenis Boeing 737 Seri 200 milik Maskapai Penerbangan Merpati sedang diparkir. Tidak jauh dari pesawat besar itu, ada sebuah pesawat kecil yang berbaling-baling tunggal di moncongnya. Orang menyebutnya Pilatus. Pesawat ini milik MAF (Mission Aviaton Fellowship).
Yuli akan terbang dengan pesawat kecil ini ke Numfoor, kota kelahirannya. Kemarin ia baru tiba di kota Biak setelah berlayar dengan KM. Nggapulu selama seminggu dari Tanjung Perak, Surabaya. Ia tercatat sebagai mahasiswi jurusan teknik kimia di UPN Veteran, Jogjakarta. Sudah dua tahun ia tidak berlibur ke Papua. Sebentar lagi ia akan akan bertemu dengan bapak, ibu dan adik-adiknya di Numfoor. Ia rindu masakan ibunya – ikan bobara bakar -yang dilumuri lemon, irisan cabe dan garam.








