Burung-burung Surga Berdansa
Hari masih pagi saat aku dan 2 pelancong Spanyol berjalan menyusuri lereng-lereng Pegunungan Arfak yang terjal menuju tempat burung-burung surga berdansa. Ketika layar ponsel kunyalakan, waktu menunjukkan pukul 05.00. Air dingin membasuh kaki saat kami menanjak sungai kecil yang membelah gunung dengan batu-batu merah kehitam-hitaman yang licin dan berlumut tipis. Tiga puluh menit kemudian kami telah duduk diam di bawah pepohonan.
Burung-burung surga jantan sejak tadi telah memanggil-manggil para betina mereka dengan suara nyaring dan merdu. Sekujur tubuhnya dibaluti bulu-bulu halus berwarna coklat. Ada juga yang berwarna putih dan kuning keemas-emasan menghiasi kedua sisi badan mereka dan menjulur panjang dari sela-sela sayap ke belakang. Tak lama kemudian, dengan lompatan khas burung cendrawasih, mereka mulai berdansa. Sang jantan berusaha menarik perhatian lawan jenisnya. Ia membentangkan sayap-sayapnya selebar mungkin untuk menaungi dua ekor betina di kedua sisi tubuhnya. Ekornya melengkung ke bawah.
- lesser birds of paradise were dancing on a tree in Arfak mountains of Manokwari
Lelah dan kantuk yang menyerang diriku seketika itu juga sirna. Aku terpukau oleh tari-tarian alam birds of paradise. Tak heran jika tarian burung surga ini menarik perhatian para pelancong dari seluruh penjuru bumi. Sementara itu, jauh di bawah sana, debur ombak bertubi-tubi mendarat di garis pantai. Satu keajaiban alam yang, beruntung sekali, baru saja aku saksikan. Oleh Charles Roring














