Diari Charles Roring

alam dan pikiran

Rumah Kayu Tahan Gempa dari Minahasa Gencar Dipromosikan di Internet

Earthquake resistant wooden house of Minahasa - Rumah kayu tradisional Minahasa telah diakui di Indonesia sebagai salah satu konstruksi rumah tahan gempa terbaik yang sesuai dengan daerah tropis. Model rumah ini indah bila dibangun di daerah pedesaan yang masih banyak dihiasi berbagai jenis bunga serta tanaman hijau. Dewasa ini, rumah kayu tersebut semakin banyak yang diekspor ke berbagai daerah baik di dalam maupun di luar negeri.


Dengan ketersediaan koneksi internet di kampung Woloan, tempat utama di mana para tukang pembangun rumah tradisional bisa ditemukan, para pedagang rumah tahan gempa di sana mencoba memperluas pasar dengan mempromosikan produk-produk mereka. Ada beberapa website yang sudah menawarkan rumah kayu ini. Pembeli potensial dapat memilih rancangan yang sesuai dengan keinginan mereka dari berbagai desain yang dipresentasikan di website atau dapat pula meminta custom design dari perusahaan penjual rumah yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka serta kondisi iklim di mana rumah tersebut akan dibangun.


Ilmu pengetahuan perencanaan dan pengkonstruksian rumah kayu tradisional Minahasa telah berevolusi selama ratusan tahun melalui eksperimen trial and error yang terus meningkatkan ketrampilan perancang dan tukang. Sebenarnya, kebanyakan desain rumah kayu tersebut tidak diciptakan oleh arsitek profesional yang memperoleh keahlian mereka dari bangku pendidikan di perguruan tinggi, juga tidak didesain menggunakan software arsitektur yang canggih seperti Archicad. Sebaliknya, ketrampilan desain dan pembangunan rumah telah diteruskan secara turun-temurun di antara keluarga-keluarga tukang yang biasanya membangun rumah tradisional tersebut. Meskipun eksport rumah kayu tipe ini terus meningkat, ada keprihatinan yang timbul di antara para tukang terhadap ketersediaan bahan baku.

Rumah kayu Minahasa kebanyakan terbuat dari kayu Cempaka, Lingua, dan Jati (tectona grandis). Kayu sebagai bahan baku rumah semakin sulit diperoleh di daerah itu. Para pembangun rumah saat ini harus memesan papan dan balok dari wilayah selatan dan tengah Pulau Sulawesi. Kadang-kadang mereka memesan kayu balok dari Kalimantan. Ini menciptakan issue lingkungan hidup yang sensitif seperti penebangan liar atau penggundulan hutan yang tidak bertanggung jawab.
Usaha rumah kayu hanya dapat bertahan jika penduduk desa bertekad serius menanam kayu yang akan menjadi bahan baku rumah produksi mereka sendiri setelah 30 tahun. oleh Charles Roring

Desember 14, 2009 - Posted by | Artikel, Teknologi | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.