Para Peneliti Melihat Lebih Dekat Kepada Minuman Energi
Pakar-pakar ketergantungan obat menyerukan pelabelan yang lebih baik mengenai jumlah caffeine dan zat-zat lain secara lebih jelas dicantumkan pada produk yang mereka jual.
Anda bisa mengisi sebuah toko dengan semua minuman energi yang tersedia saat ini. Mereka berjanji membuat orang lebih energetic dan berpikir lebih jelas. Produk-produk ini memiliki nama-nama seperti Red Bull, Monster, Ripped Force, Speed Stack dan 5-Hour Energy. Minuman-minuman tersebut menarik sebagian besar orang muda dan kebanyakan mengandung caffeine.
Chad Reissig pada Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland, adalah seorang peneliti medis yang mempelajari ketergantungan obat. Dia berkata tim tempatnya bekerja tertarik mempelajari minuman-minuman energi karena meroketnya kepopuleran mereka dalam beberapa tahun terakhir ini.
Para peneliti menemukan tiga hal utama. Pertama: ada ratusan merek minuman berenergi di hampir semua negara-negara utama. Kedua: minuman-minuman itu tidak secara jelas dilabelkan dengan informasi yang mencukupi. Dan Ketiga: jumlah caffeine sangat bervariasi. Beberapa mengandung sedikitnya lima puluh milligram, sedangkan lainnya bisa mengandung sebanyak lima ratus.
Kalau dibandingkan, secangkir kopi Starbucks brewed mengandung tiga ratus tiga puluh milligram dalam empat ratus tujuh puluh-tiga milliliter.
Beberapa minuman berenergi mengandung campuran bahan-bahan yang didaftarkan sebagai “energy blend.” Bahan seperti taurine, guarana, dan inositol adalah bahan-bahan alami. Tetapi Chad Reissig mengatakan para ahli tidak tahu banyak tentang mereka dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dan dengan caffeine. Bahkan yang lebih buruk lagi, dia berkata, tidak ada daftar jumlah kandungan masing-masing zat tersebut.
Beberapa orang mencampur minuman berenergi dengan alcohol. Mereka pikir mereka bisa minum lebih banyak alkohol dengan cara begitu dan tidak terpengaruh. Namun, penelitian-penelitian mengungkapkan bahwa mereka masih di bawah pengaruh alkohol meskipun mereka tidak merasa seperti itu.
Ada beberapa pembuat minuman berenergi yang mencantumkan peringatan. Contohnya, sebuah energy shot memuat peringatan kepada orang-orang hamil, yang sedang menyusui bayi atau di bawah usia dua belas. Energy shots adalah botol-botol cairan yang berukuran kecil. Petunjuk-petunjuknya juga menasehati orang-orang untuk membatasi produk-produk caffeine dan meminum hanya setengah botol jika mereka membutuhkan energi dalam jumlah sedang.
Tim pada Johns Hopkins University School of Medicine menerbitkan sebuah laporan dalam jurnal Obat-obatan dan Ketergantungan Alkohol. Mereka menyarankan pelabelan yang lebih baik mengenai jumlah caffeine dan zat-zat lain secara jelas didaftarkan pada minuman. Para peneliti masih terus mempelajari minuman-minuman berenergi. Mereka saat ini sedang mencari anak-anak muda yang memiliki pengalaman buruk setelah meminumnya.
Dan inilah VOA Special English Health Report, ditulis oleh Caty Weaver. Diterjemahkan oleh Charles Roring. Transcripts dan podcasts laporan kami terdapat di voaspecialenglish.com
Baca juga:
Belum ada komentar.








