Anggun C Sasmi Bicara Tentang Kredit Mikro dan Coklat
Penyanyi tenar dunia kelahiran Indonesia Anggun Cipta Sasmi menyatakan keprihatinannya bahwa bank-bank tertentu di Indonesia tidak meminjamkan uang kepada kaum miskin meskipun ada bank yang bernama Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan kredit mikro kepada pengusaha kecil.
Pemilik usaha kecil dan koperasi di negara-negara berkembang saat ini menerima kredit-kredit mikro dari institusi keuangan Perancis untuk meningkatkan standard operasi bisnis dan kualitas produk serta layanan mereka agar bisa bersaing dengan baik di pasar lokal atau memperoleh sertifikasi perdagangan adil (fair trade) guna memasuki pasar Eropa.
Dalam sebuah diskusi tentang solidaritas ekonomi di televisi Perancis TV5 Monde pada Kamis 1 Oktober 2009, penyanyi kelahiran Indonesia yang sekarang tinggal di Perancis, Anggun C. Sasmi menyatakan keprihatinannya mengenai keadaan para petani kecil di Indonesia. Dia berkata bahwa bank-bank tertentu di Indonesia tidak meminjamkan uang kepada orang miskin sekalipun ada sebuah bank yang bernama Bank Rakyat Indonesia yang menyediakan kredit mikro bagi para pemilik usaha kecil.
Tristan La Comte, presiden d’Alter Eco, sebuah organisasi finansial berorientasi pada ekonomi yang berkelanjutan, berkata organisasinya menyediakan pinjaman modal kepada petani kakao di Pantai Gading. Pinjaman yang mereka sediakan tersebut dipakai untuk meningkatkan kualitas bijih kakao termasuk menyertakan penjelasan di setiap lapisan kemasan pembungkus coklat susu yang mereka jual di pasaran bahwa keuntungan usaha dibagi dengan adil dan berapa banyak jejak karbon yang dilepaskan (ke atmosfir) untuk membuat produk itu. Dengan kata lain, Tristan La Comte ingin menginformasikan kepada para pembeli bahwa bisnis yang mereka dukung telah menerapkan prinsip perdagangan adil yang lebih menguntungkan bagi petani, pemilik pabrik dan konsumer.
Menanggapi penjelasan seperti itu, Anggun C. Sasmi berkomentar dia suka makan coklat. Baginya, ia senang mengetahui coklat batangan yang ia santap baik bagi tubuhnya, aman terhadap lingkungan dan menguntungkan buat para petani kecil yang memelihara tanaman kakao.
Pakar keuangan Eric Lesueur dari sebuah lembaga keuangan di Perancis berkata institusinya saat ini sedang mendukung proyek air minum di Bangladesh bekerja sama dengan Grameen Bank-nya Muhamad Yunus. Skema-skema kredit mikro disediakan pula buat kaum perempuan India, petani kopi di Laos, rumah sakit perawatan kanker di Afrika Utara dan proyek-proyek pembangkit listrik bertenaga matahari (photovoltaic) di Eropa serta banyak proyek lainnya di seluruh dunia.
Sebuah institusi keuangan Afrika di Mali bahkan telah mengklaim bahwa dalam kontrak peminjaman modal, setiap pemilik usaha, yang kebanyakan wanita, diminta untuk menanam sedikitnya tiga batang pohon guna melawan penggurunpasiran Afrika.
Menurut pendapat mereka, kredit mikro dan perdagangan yang adil adalah perkakas keuangan yang ampuh untuk pembangunan yang berkelanjutan di seluruh dunia. Di samping itu, perkakas ini bisa mengurangi ketegangan antara penduduk di negara-negara selatan dan utara. Diharapkan penanaman modal yang memiliki tanggung jawab sosial akan mempengaruhi dan menyempurnakan kondisi kehidupan milyaran orang di seluruh dunia. oleh Charles Roring. Selanjutnya baca: Anggun C Sasmi bicara kredit mikro









nuhun i atas tulisannya yang bagus… kenalkan saya Agus Suhanto