Keberuntungan
oleh Mark Twain
Diterjemahkan oleh Charles Roring
Aku berada di sebuah pesta jamuan makan di London yang diselenggarakan untuk menghormati salah satu petinggi militer yang paling dihormati pada masa itu. Aku tidak mau memberitahu kalian nama dan gelarnya yang sebenarnya. Aku hanya akan memanggilnya Letnan Jenderal Lord Arthur Scoresby,Y.C., K.C.B., etc. etc.
Aku tidak dapat mengambarkan dengan kata-kata kegembiraanku ketika aku melihat pria yang gagah dan terkenal itu. Di sana dia duduk, sendiri, secara pribadi, penuh berhiaskan medali-medali. Aku tak bisa memalingkan mataku dari padanya. Nampaknya dia menunjukkan tanda kebesaran yang sesungguhnya. Ketenarannya tak berdampak apa pun padanya.
Di sampingku duduk seorang pendeta, yang adalah kawan lamaku. Dulu dia bukan seorang pendeta. Selama paruh pertama kehidupannya dia adalah seorang guru pada sebuah sekolah militer di Woolwich. Ada keanehan pada tatap matanya ketika dia memiringkan kepalanya padaku dan berbisik – “Secara pribadi – dia seorang yang benar-benar tolol.” Yang dia maksudkan, tentu saja, pahlawan jamuan makan kita tersebut.
Ini mengejutkanku. Aku menatapinya lekat-lekat, seakan-akan tak percaya. Aku tak terkejut terlebih jika dia telah mengatakan hal yang sama tentang Napoleon, atau Socrates, atau Solomon. Tetapi aku yakin akan dua tentang pendeta itu. Dia selalu berbicara kebenaran. Dan, penilaiannya tentang orang-orang adalah benar. Oleh sebab itu, aku ingin mencari tahu lebih banyak lagi tentang pahlawan kita ini sesegera mungkin.
Beberapa hari kemudian aku berkesempatan berbicara dengan sang pendeta, dan inilah yang dikatakannya padaku. Ini tepatnya adalah kata-katanya sendiri:
Kurang lebih empat puluh tahun yang lalu, aku adalah seorang instruktur di akademi militer di Woolwich, ketika Scoresby muda mengambil ujian pertamanya. Aku merasa sangat kasihan padanya. Setiap orang menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan baik, dengan pintar, sementara dia – sungguh kasihan – dia tidak mengetahui apapun, anggap saja demikian. Dia adalah seorang pemuda yang baik dan menyenangkan. Sungguh tak mengenakkan melihat dia berdiri layaknya seorang bodoh dan memberi jawaban yang adalah mukjizat dari kebodohan dan ketololan.
Tentu aku tahu bahwa bila diuji lagi dia akan gagal dan dikeluarkan. Jadi aku berkata pada diriku, perlu ada tindakan belas kasih, sederhananya untuk menolong dia, sebanyak mungkin yang bisa kulakukan.
Aku memanggil dia ke sisiku dan mendapati bahwa dia tahu sedikit tentang sejarah Caesar. Dan karena dia tidak tahu yang lainnya, aku berupaya keras, melatih dan menguji dia serta bekerja bersama dia layaknya seorang budak pendayung perahu. Aku menyuruhnya berlatih, berulang kali, pada beberapa pertanyaan seputar Caesar yang aku tahu akan bermanfaat.
Semoga kau percaya padaku, dia berhasil di hari ujian itu. Dia memperoleh nilai tinggi, sedangkan peserta lain yang mengetahui beberapa ribu kali lebih banyak darinya hanya mendapat nilai rendah. Oleh suatu keanehan, kecelakaan yang berubah menjadi keberuntungan, dia ternyata tidak ditanyai pertanyaan selain daripada pertanyaan-pertanyaan yang telah kulatihkan padanya. Kecelakaan itu tak akan terjadi lebih dari satu kali dalam seratus tahun.
Begitulah, selama studinya, aku berdiri di samping dia, bagaikan perasaan seorang ibu yang anaknya lumpuh. Dan dia selalu menyelamatkan dirinya, dengan sedikit mukjizat.
Aku berpikir bahwa pada akhirnya dia akan jatuh dalam pelajaran matematika. Aku memutuskan untuk membuat kejatuhannya ini tanpa kesakitan sama sekali. Jadi aku melatihnya dan memasukan berbagai hal ke dalam otaknya yang tolol itu selama berjam-jam. Akhirnya, aku membiarkan dia minum obat. Dengar, kawan, bayangkan seperti apa hasilnya. Aku terkejut setengah mati. Dia meraih peringkat pertama! Dan dia mendapat penghargaan tertinggi.
Kesadaranku menyiksaku siang dan malam-apa yang kulakukan tidak benar. Tetapi hanya ingin membuat keluarnya dia dari dinas ketentaraan tidak terlalu menyakitkan baginya. Aku tak pernah membayangkan bahwa hal ini justru akan mengarah pada hasil-hasil yang mencengangkan dan menakjubkan.
Aku pikir bahwa cepat atau lambat sesuatu pasti akan terjadi: ujian yang sebenarnya akan menghancurkannya.
Lalu, pecahlah Perang Crimean. Aku merasa bahwa ini sungguh menyedihkan baginya karena harus terjadi perang. Keadaan damai akan memberi keledai ini sebuah kesempatan untuk terhindar dari ketahuan ternyata dia seorang idiot. Dengan gugup, aku menanti hal yang terburuk terjadi. Dan itu terjadi. Dia ditunjuk memegang pangkat kapten. Seorang kapten, dari semua itu! Siapa yang dapat membayangkan bahwa mereka akan menempatkan tanggung-jawab yang sedemikian itu ke pundak yang lemah seperti dia.
Aku berkata pada diriku bahwa aku bertanggung jawab pada negara ini karena hal tersebut. Aku harus pergi bersamanya dan melindungi negara terhadap ketololannya sejauh yang dapat kulakukan. Jadi, aku bergabung dengannya. Maka pergilah kami ke medan tempur.
Dan di sana – oh sayang, sangat buruk. Kesalahan-kesalahan ceroboh, menakutkan – mengapa, dia tidak pernah melakukan segalanya dengan benar – tak satu pun kecuali kesalahan fatal. Tetapi, kau tahu, tak seorang pun tahu rahasia betapa tololnya dia. Setiap orang salah mengartikannya dan, tentu saja salah memahami aksi-aksinya itu. Mereka melihat kesalahan-kesalahan idiotik-nya itu sebagai karya seseorang yang jenius. Mereka mempercayainya, sungguh!
Kesalahan-kesalahan terkecilnya membuat seseorang yang berpikir waras akan berteriak-dan marah serta mengeluarkan sumpah serapah – pada dirinya, tentu saja. Dan apa yang membuatku terus-terusan berkeringat khawatir adalah faktanya bahwa setiap kesalahan fatal yang dibuatnya menjadikan dia semakin terkenal dan disegani.
Aku terus berkata pada diriku sendiri bahwa pada akhirnya mereka akan mengetahui ketololannya itu, ini akan seperti matahari jatuh dari langit.
Dia terus merangkak naik, melewati tubuh-tubuh tak bernyawa atasan-atasannya. Lalu, dalam sebuah pertempuran sengit gugurlah kolonel kami. Jantungku berdegup kencang hingga hampir-hampir keluar dari mulutku, karena Scoresby lah yang akan menggantikan dia menempati jabatan itu. Sekarang, kita masuk perangkap, kataku…
Pertempuran semakin sengit. Pasukan Inggris dan sekutu-sekutunya mundur teratur di semua medan. Resimen kami menguasai sebuah posisi yang sangat penting. Satu kesalahan fatal sekarang akan mengakibatkan mala petaka besar. Dan apa yang dilakukan Scoresby kali ini-hanya salah mengartikan tangan kanannya sebagai tangan kiri… itu saja. Sebuah perintah datang padanya agar mundur dan mendukung sisi kanan. Bukannya melakukan demikian, di bergerak maju ke arah bukit untuk bergerak ke sisi kiri. Kami sudah berada di puncak bukit sebelum pergerakan yang gila ini diketahui dan dihentikan. Dan apa yang kami dapati? Keseluruhan tentara Russia cadangan sedang beristirahat! Dan apa yang terjadi – apakah kita akan ditelan mentah-mentah? Itu yang tepatnya seharus terjadi dalam sembilan puluh-sembilan dari seratus kasus. Namun tidak – orang-orang Russia yang terkejut itu berpendapat bahwa pasti bukan satu resimen tunggal yang sedang datang mengepung pada saat-saat seperti ini.
Itu pasti keseluruhan tentara Inggris, pikir mereka. Mereka berbalik dan lari terbirit-birit kocar-kacir dari bukit hingga ke ladang-ladang, dan kami mengejar mereka. Dalam sekejap saja sekutu membalikkan kekalahan memalukan itu menjadi sebuah sapuan dan kemenangan gilang-gemilang.
Marshall Canrobert melihat hal itu, dia bingung, terkejut dan gembira. Dia menemui Scoresby, merangkulnya dengan tangannya dan memeluk dia di ladang itu di hadapan seluruh tentara. Nama Scoresby memenangkan hari itu sebagai seorang jenius militer luar biasa yang mengisi dunia dengan kemuliaannya. Keharuman namanya tak akan pernah pudar sekali pun buku-buku sejarah berakhir. Dia orang yang selalu baik dan menyenangkan, tetapi dia tidak menyadari hal itu. Dia adalah orang yang paling tolol di alam semesta ini.
Hingga sekarang, tak satu pun yang mengetahui hal tersebut kecuali Scoresby dan aku. Dia telah diikuti, dari hari ke hari, tahun ke tahun, oleh keberuntungan yang aneh. Dia adalah seorang tentara yang bersinar terang di berbagai medan tempur kita selama bertahun-tahun. Dia telah mengisi keseluruhan kehidupan kemiliterannya dengan kesalahan-kesalahan fatal. Setiap orang menobatkannya sebagai seorang kesatria atau seorang baronet atau seorang lord atau gelar lainnya. Lihat di dadanya, dipenuhi hiasan-hiasan dari dalam maupun luar negeri. Dengarlah, tuan, setiap penghargaan itu adalah rekaman dari beberapa ketololan besar. Mereka adalah bukti bahwa hal terbaik yang dapat terjadi pada seseorang adalah dilahirkan beruntung. Aku berkata lagi, seperti yang telah kukatakan di pesta jamuan makan itu, Scoresby adalah seseorang yang benar-benar tolol.
Belum ada komentar.








