Lembar-lembar Ekspresi

Transformasi Sosial dalam Sensualitas

Mengunjungi Malang Jawa Timur

oleh Charles Roring

Suatu hari, saya mengunjungi kota Malang, kota kedua terbesar di Provinsi Jawa Timur. Temperatur udara di sana dingin. Di siang hari, ketika menyusuri jalan-jalan di pusat kota, orang bisa merasakan tiupan lembut udara sejuk. Kota Malang juga disebut kota pelajar. Ada banyak lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga universitas di kota itu. Kampus terbesar di sana adalah milik dari Universitas Brawijaya, sebuah universitas negeri.

Tidak jauh dari Malang, ada Gunung Bromo, sebuah gunung api yang sekarang menjadi tujuan wisata populer. Setiap tahun penduduk desa yang tinggal di dekat Gunung Bromo menyelenggarakan Kesada – baca: Kesodo, sebuah upacara tahunan yang dimaksudkan untuk menghormati penguasa alam semesta sehingga tidak didatangkanlah suatu bencana dengan meletuskan gunung api itu. Korban binatang dilempar ke dalam kawah selama perayaan suci tersebut. Ribuan orang dari kota-kota sekitar, dan para turis manca negara, suka pergi ke sana untuk melihat ritual kesada.

Mount Bromo in East Java of Indonesia the place for Kesada ritual

Sayangnya, ketika saya pergi ke Malang, saya tidak memiliki cukup waktu untuk mengunjungi Gunung Bromo. Saya tiba di kota itu di siang hari. Jadi, saya lapar sekali. Saya kemudian makan siang di Jalan Candi Trowulan di daerah Blimbing dari kota itu. Restorannya kecil tetapi makanan yang disajikannya sangat lezat. Saya makan lalapan gurami dan sedikit sayur asem. Saya ditemani beberapa pemuda dan pemudi kota Malang. Mereka penuh senyum, bersahabat dan tentu saja gadis-gadisnya yang cantik.

Mungkin itulah alasannya mengapa santapan siang kala itu sangat lezat. Bahkan harga makanan per piring pun begitu murah sekitar Rp. 13.000 atau 1.5 US dollars. Jadi saya hanya membayar 15 US dollar untuk sepuluh orang yang menemani makan siang bersama. Makanan Indonesia yang disajikan restoran itu banyak berbumbu. Wisatawan Asia suka makanan seperti itu.

Saya di kota Malang hanya empat jam saja. Saya harus kembali ke Papua hari berikutnya. Kunjungan ke Malang adalah pengalaman yang indah dikenang. Saya berharap suatu hari nanti bisa mengunjungi kota itu lagi.

English version: Visiting Malang City of East Java

Juni 15, 2009 - Ditulis oleh charlesroring | Catatan Kecil, Jalan-jalan | , , | Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar