Lembar-lembar Ekspresi

Transformasi Sosial dalam Sensualitas

Banjir Jakarta dan Kurangnya Daerah Resapan

burung-di-tepi-sungai.jpg

Kemarin, di berbagai media massa tersiar berita bahwa Jakarta masuk Siaga 2 Banjir. Hujan deras yang turun beberapa jam saja di kawasan Bogor, secara langsung mengancam penduduk ibu kota. Banjir seakan-akan telah menjadi agenda tahunan dan lima tahunan di Jakarta. Ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan. Masyarakat semakin keras berteriak agar pembangunan banjir kanal segera dipercepat.

Memang saluran drainase yang besar dan dalam mutlak diperlukan oleh kota Jakarta agar tetap kering menghadapi banjir kiriman dari kawasan Bogor.

Banjir dapat kita tanggulangi secara bersama-sama, bila kita mau mengubah gaya hidup kita. Halaman rumah kita janganlah semua ditutupi dengan semen. Berikanlah ruang serapan berupa taman, kawasan parkir yang ditutupi kerikil atau paving block dan selokan yang berpori. Di samping itu, kebiasaan membuang plastik atau sampah ke parit-parit besar harus dihentikan. Saya masih sering melihat orang kota yang intelek dengan ilmunya yang tinggi-tinggi, kurang peduli hal sepele seperti membuang botol plastik atau bungkusan snack mereka ke dalam tong sampah. Sering saya mendapati begitu banyak sampah rumah tangga menutupi selokan-selokan kecil di sekitar rumah.

Bila daerah serapan air semuanya sudah ditutupi lantai semen, selokan atau saluran drainase sudah disumbat oleh sampah-sampah yang dibuang oleh penduduk kota itu sendiri, jangan kaget kalau setiap tahun, Jakarta dilanda banjir.

Kita bisa mulai menambah daerah resapan dengan membongkar carport atau jalan-jalan di perumahan dan menggantinya dengan paving block. Kalau orang lain belum bersedia untuk melakukan hal yang sama, setidaknya kita sendiri mau memberikan contoh. Menaikan tinggi lantai, atau mengubah rumah 1 lantai menjadi 2 lantai, bukan merupakan solusi. Semua warga kota Jakarta harus mau membuka lebih banya daerah serapan di sekitar rumah mereka, membuat lubang-lubang serapan di selokan sehingga bahaya banjir bisa berkurang. Semoga.

Februari 3, 2009 - Ditulis oleh charlesroring | Catatan Kecil, Gambar & Lukisan, Lingkungan Hidup | , | Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar