Anjing Bisa mendeteksi Kadar Gula Manusia
oleh Charles Roring

Baru-baru ini, blog battlediabetes memuat sebuah artikel yang menyebutkan bahwa anjing bisa mendeteksi kadar gula manusia. Hal ini bukan merupakan sesuatu yang aneh. Upaya mempertahankan kadar gula pada tingkat normal merupakan hal yang penting sekali pada penderita diabetes.
Dengan indera penciumannya yang tajam, anjing bisa memberitahu tuannya tentang kadar gula darah (blood glucose) yang melebihi atau di atas normal supaya sang penderita diabetes itu menyuntikan insulin ke dalam tubuhnya. Insulin berperan penting dalam menstabilkan gula darah. Gula darah seseorang cenderung naik bila seseorang baru selesai makan atau meminum soft-drink yang manis sekali.
Agar anjing bisa memberitahu keadaan kesehatan tuannya, anjing tersebut harus dilatih terlebih dahulu. Pelatih khusus untuk urusan gula darah belum ada di Indonesia. Bisa dipastikan dalam waktu dekat ini, para dokter akan menyarankan lebih banyak pasien diabetes tipe 1 dan 2 untuk memelihara anjing yang bisa mencium kelebihan gula daerah tuannya. Bila hal ini terlaksana, sang pasien tidak perlu lagi menusuk jarinya hingga berdarah setiap kali hendak mengetahui apakah gula darahnya normal atau tidak.
Sebenarnya, anjing telah lama dikenal memiliki indera penciuman yang kuat sekali. Oleh karena itu, anjing kerap dipakai oleh polisi untuk mendeteksi narkoba, dan bahan peledak yang diselundupkan lewat bandara atau disembunyikan orang di suatu gedung. Walaupun kelompok pencinta binatang menentang keras penggunaan anjing dalam berbagai tugas yang berbahaya seperti sebagai pelacak bom. Anjing tetap saja dipakai. Anjing memiliki kepekaan yang lebih tinggi daripada robot tercanggih sekalipun.
Ternyata ciptaan Tuhan yang satu ini tidak hanya berjasa dalam menjaga rumah dari maling serta melacak bom atau narkoba, tetapi juga membantu para pasien diabetes untuk hidup lebih sehat dan lebih lama.
Baca juga:
Belum ada komentar.










