Diari Charles Roring

alam dan pikiran

Pelestarian Gedung Tua Peninggalan Belanda Sangat Mendesak

oleh Charles Roring

Dua atau tiga hari yang lalu saya berjalan di sekitar kompleks. Saya ditemani Grace, keponakan kecil yang cantik dan baru berusia empat tahun. Saya membawa sebuah kamera digital kecil tipe Sony Cyber-shot 6.0 mega pixel. Saya memotret beberapa gambar saat berjalan perlahan bersama Grace.

rumah tua peninggalan Belanda di Papua

Salah satu di antara gambar itu adalah sebuah rumah Belanda yang dibangun di atas bukit. Seorang Papua yang sudah tua, Jan Manusawai, menceritakan bahwa rumah itu telah ada sejak sebelum Perang Dunia II. Rumah itu dulu digunakan sebagai rumah sakit sebelum menjadi kediaman pastor-pastor Katolik. Sekarang rumah tersebut milik Gereja Katolik diosis Manokwari – Sorong. Ada banyak gedung, rumah dan toko-toko indah yang dibangun oleh Belanda di kota ini.

Sayang sekali, bangunan-bangunan tua perlahan-lahan sedang dihancurkan satu per satu lalu diganti dengan gedung yang lebih baru. Kelihatannya pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang cepat sekali dewasa ini tidak memberi perhatian khusus pada pelestarian gedung-gedung “kuno”. Rumah-rumah Belanda hanya dilihat sebagai konstruksi yang sudah ketinggalan zaman, yang saatnya diganti dengan gedung-gedung bertingkat. Orang mungkin berpikir bahwa gedung pencakar langit “lebih cocok” untuk sebuah kota modern.

Pandangan di atas keliru dari sudut pandang pelestarian situs-situs sejarah. Pembangunan suatu kawasan perkotaan hendaknya sejalan dengan latar belakang sejarah dan budaya kota itu sendiri. Peradaban yang ada saat ini dibangun di atas peradaban sebelumnya. Ini berarti haruslah ada kelanjutan antara peradaban masa lalu dan masa sekarang. Kota-kota Eropa seperti Praque, London dan Madrid adalah contoh yang baik untuk masalah ini. Bangunan kuno berada berdampingan dengan bangunan yang baru. Kita tidak perlu merusak semua bangunan tua yang masih bagus. Namun tidaklah berarti bahwa kita selalu hidup di masa lalu.

Kepulauan Nusantara, yang sekarang disebut Indonesia, pernah berada di bawah pemerintahan Belanda. Peradaban Barat sempat bertumbuh di pulau-pulau yang indah ini. Meskipun masyarakat Belanda telah kembali ke Eropa, mereka meninggalkan banyak bangunan indah yang perlu kita lestarikan sebagai bagian dari sejarah kita. Banyak dari bangunan itu masih bisa digunakan sebagai kantor, rumah tinggal dan bahkan rumah sakit. Jadi, tidak ada alasan apapun yang dapat kita pakai untuk menghancurkan mereka.

Jepang, salah satu negara paling modern di Asia, mengerti benar bagaimana melestarikan gedung-gedung tua untuk generasi mendatang. Ada sebuah taman di Nagasaki. Namanya Huis ten Bosch Park yang juga dikenal sebagai kampung Belanda. Para wisatawan suka mengunjunginya karena mereka menilainya sebagai peninggalan budaya yang unik. Keberadaan taman ini memperkuat hubungan antara Jepang dan Belanda.

Traveling along the alleyways of Kyoto Japan

Kita bisa belajar dari pengalaman orang Jepang yang mengerti bagaimana melestarikan peninggalan masa lalu yang besar manfaatnya bagi generasi masa kini dan yang akan datang. Dengan melestarikan gedung-gedung peninggalan Belanda di Indonesia, kita bisa memelihara dan meningkatkan hubungan baik antara dua Negara dalam bidang ekonomi, perdagangan, budaya, pendidikan, dll.

Saya berharap suatu hari nanti, kita akan menghargai gedung-gedung tua peninggalan Belanda, memugar dan melestarikannya sebagai bagian dari sejarah kita.

Baca juga artikel: http://charlesroring.blogspot.com/2008/08/preservation-of-dutch-buildings.html dan Pentingnya pembersihan Pantai Bagi Kelestarian Terumbu Karang

September 28, 2008 - Posted by | Catatan Kecil | , ,

1 Komentar »

  1. smuanya sangat mengagumkan…
    tanah papua memang menakjubkan..

    Komentar oleh masipature hutanabe | September 29, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.